Prediksi Kemenangan, Antara Jokowi Ma'ruf VS Prabowo Sandi
Sebentar lagi Pilpres semakin mendekat, tinggal menghitung hari, kita masyarakat Indonesia akan melaksanakan Pesta Demokrasi Pilpres 2019. Memang ada juga Pileg, akan tetapi secara umum, Pileg tak dihitung sebagi sebuah kontes. Buktinya, yang kita bicarakan bahkan sampai bertengkar dengan keluarga atau kawan sendiri gara-gara beda pilihan, ya Pilpres ini. Kalau Pileg, nggak kepikiran lah yau...., padahal, Pileg juga menentukan wakil-wakil kita di DPRD, DPRD Provinsi dan DPR Pusat. Toh masyarakat tak banyak memikirkannya....
Kalau Pilpres, jelas seksi, sebab menentukan siapa yang punya modal besar kue kekuasaan. Siapapun Partai Pemenang Pemilunya. Dapat dipastikan akan ikut Presiden yang menang. Terbukti, hasil Pileg 2014, dari Partai besar sampai yang kecil-kecil sekalipun, tetap saja tak mau menjadi oposisi, karena mereka jelas tak akan kebagian kue kekuasaan. Mendingan ngikut aja Bro, daripada cape-cape jadi oposisi yang tak akan di dengar. Anggaran tetap gue yang pegang ,begitu kira-kira kata Presiden he...he....
Yang pertama Kita bisa melihat prediksi dari para juragan Survey. Dari mulai Survey Eksternal sampai survey internal buatan partai dan Tim Sukses sendiri. Dari mulai yang udah kesohor, sampai survey kecil-kecilan hasil kreativitas anak bangsa dengan modal sendiri. Ya, kalau kita masih percaya survey mangga aja, dengan segala kekritisan yang kita punya. Tapi tahu sendiri lah, banyak survey yang nggak bisa dipercaya. Ujung-ujungnya siapa yang mensponsori, itulah yang dapat survey bagus. Semacam mengarah kanpemilih agar percaya surveynya mereka. Dengan berlindung dibalik metode dan istilah statistik yang benar dna tepat. Anda boleh percaya atu tidak. Kalau saya, ya nggak usah terlalu serius percaya survey segala, sambil senyum aja kita...kita.....
Kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin : Salam 2 Periode
Kemenangan Jokowi pasti diprediksi banyak orang sejak awal. Itulah sebabnya, banyak Partai-Partai yang mendarat di Kubu Jokowi, bahkan sebelum jelas siapa wakilnya, sambil Para Ketua Partai saat itu berharap dirinyalah yang terpilih menjadi calon Wapres. Eh, ujung-ujungnya Kyai H. Ma'ruf Amin yangterpilih, walau agak dramatis, sebab Mahfud MD sudah disuruh buat baju, yang akhirnya nggak jadi.
Sebagai incumbent, tentu saja kemenangan Jokowi-Ma'ruf bukan hal yang aneh, dengan mengandalkan jaringan kekuasaan (secara terbuka atau silent), kemenangan pasangan ini ada di depan mata. Masalahnya, gerakan Jamaah 212 benar-benar membuat kubu ini kalut. Apalagi jauh-jauh hari, Neno Warisman, yang merefresantisakan diri sebagai wakil kaum emak-emak, mengikrarkan diri untuk Ganti Presiden. Semangat Ganti Presidn menguat dari awal. Apalagi sebelumnya belum ada wakil resmi dari kubu Prabowo, maka dengan dibantu dan digawangi oleh Mardani Ali Sera, gerakan Ganti Presiden ini sangat masif ke berbagai daerah. Belakangan, setelah tak satu pun kader PKS menjadi Cawapres, gerakan ini sedikit kendur dan melempem. lebih heran lagi,tak ada satupun Calon Presiden atau Wapres dari PKS yang protes, kayaknya sami'na waato'na, Entahlah....
Tantangan terberat bagi pasangan Calon Presiden Jokowi, adalah stigma yang dilekatkan padanya sejak awal, yakni Presiden Jokowi tak berpihak pada Islam, akan menghapus Pendidikan Agama, membiarkan komunis tumbuh subur, tak menjalankan janji-janjinya, antek aseng dan asing, doyan berhutang, yang banyak ditanyakan, mobil SMK tak ada juntrungannya. Dan berbagai stigma negatif lainnya. Untuk yang pertama sudah terbantahkan dengan KH.Ma'ruf Amin sebagai cawapresnya. Yang paling berhasil adalah program Jokowi dalam infrastrukturnya, dan itu tak terbantahkan.
Tantangan terberat bagi pasangan Calon Presiden Jokowi, adalah stigma yang dilekatkan padanya sejak awal, yakni Presiden Jokowi tak berpihak pada Islam, akan menghapus Pendidikan Agama, membiarkan komunis tumbuh subur, tak menjalankan janji-janjinya, antek aseng dan asing, doyan berhutang, yang banyak ditanyakan, mobil SMK tak ada juntrungannya. Dan berbagai stigma negatif lainnya. Untuk yang pertama sudah terbantahkan dengan KH.Ma'ruf Amin sebagai cawapresnya. Yang paling berhasil adalah program Jokowi dalam infrastrukturnya, dan itu tak terbantahkan.
Jika mau, bisa jadi ya,bisa jadi tidak. incumbent bisa menggunakan semua perangkat, aparat dan seluruh infrastruktur pemerintahan agar memenangkannya. Tentu saja dengan mengabaikan etika berdemokrasi yang ideal. misalnya baru-baru ini ada mobilisasi para pimpinan wilayah, dari mulai Gubernur, Bupati, Camat sampai Lurah dan Kepala Desa. Bahkan ada Gubernur yang terang-terangan mendukung Jokowi Ma'ruf. Tentu saja dengan segala cara untuk berkilah bahwa dukungan dan kampanye dilakukan hari libur, masa cuti dan lain sebagainya. Tak lupa baligo juga dipasang secara besar-besaran untuk menunjukkan dungan dan loyalitas yang tinggi kepada Jokowi Ma'ruf. Bahkan gosipnya setiap Polres menyediakan tim Buzer untuk kemenangan Jokowi Ma'ruf dnaopini di media sosial. Alhamdulillah, terakhir ada surat instruksi langsung dari Mabes Polri Pusat, agar para aparat Polri menjaga netralitas demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi tersebut.
Dengan segala sarana dan prasarana yang ada, apalagi Presiden Jokowi tak mau cuti dengan alasan tak ada aturan yang mengharuskannya untuk mundur (ya terserah Pak Presiden deh). Di atas kertas, tak ada alasan Jokowi Ma'ruf untuk dapat dikalahkan. Jadi wajar aja jika Pasangan Jokopwi-KH. Ma'ruf Amin yang menang. Jika menang, Selamat 2 Periode ya Pak Presiden.....! Bangun lagi Infrastruktur, tapi jangan lupakan SDM nya ya Mr. Presiden....!
Kemenangan Prabowo-Sandi : Menuju Perubahan Indonesia
Jika Incumbent yang menang, tentu saja sangat logis dan wajar. Pak Jokowi sebelum jadi Presiden aja udah menang, apalagi sekarang udah jadi Presiden, secara logis, harusnya menang lagi. Namun akan sangat luar biasa jika Pasangan Prabowo-Sandi yang menang. ini luar biasa. Selain akan berlawanan dan menjatuhkan prediksi paraSurveyor (istilahnya itu lho....salah ya...), maksudnya lembaga surveyhe..he.., kebanyakan memprediksi kemenangan Jokowi Ma'ruf. Akan tetapi, belakangan ada juga Lembaga Survey yang berani memprediksi kememangan Prabowo-Sandi. Dengan berbagai alasan rasional dan emosional masyarakat Indonesia.
Di Media sosial, kampanye secara massif dikuasai oleh Prabowo Sandi. Belakangan, komentar dan kampanye Jokowi Ma'ruf juga sangat massif. Entah karena marahnya Adian yang menyatakan Jokowi Ma'ruf bisa kalah kalau membiarkan mereka kalah di media sosial, berpengaruh pada semangat Tim Kampanye dan simpatisan Jokowi Ma'ruf untuk melawan dan mencounter setiap hoax maupun serangan terhadap Jokowwi Ma'ruf.
Seperti di Jakarta, Gerakan 212 benar-benar mengguncang stabilitas kemenangan Jokowi-Ma'ruf. Maka gerakan Munajat Alumni 212, kalau dilihatdari perspektif politik. Hakikatnya adalah merawat dukungan untuk pasangan Prabowo-Sandi. Dan itu disadari oleh Kubu pasangan Jokowi-Ma'ruf, hingga Gerakan 212 sepi daripemveritaan Media Mainstream. Hingga Prabowo sempat marah dengan tak diliputnay kegiatan gerakan 212. Terlepas dari adanya kepentingan dibalik kegiatan tersebut. Namun sebuah fakta sejarah besar Indonesia menjadi hilang. Sebab sebagian media mainstream, benar-benar melakukan tutup mata dan seolah matikan kamera untuk aksi tersebut, sebuah kejadian yang sangat memalukan bagi tiadanya obyektivitas jurnalistik yang dijunjung tinggi. Walaupun,tentu saja,kita semua tahu, siapa pemilik media dibalik semua media tersebut. Hal yang tak bisa dipungkiri begitu saja.
Prabowo juga sering diledek sebagai jagonya menjadi calon, lebih pahitnya sering dikatakan orang yang ahli gagal. Bahkan tak punya pengalaman sebgai pemimpin negara. Padahal, menjadi komandan di setiap kesatuan sebuahb prestasi yang membanggakan. Tentu saja, menjadi Komandan Kopassus merupakan sebuah prestasi yang luar biasa, disegani dalam dan luar negeri dan dijadikan warga negara kehormatan merupakan sebuah prestasi. Kemampuan berbagai bahasa asing juga patut diperhitungkan, sebagai kemampuan yang lebih bagi seorang calon Presiden. Gaya Millenial Sandiaga Uno sebagai Cawapres yang "ganteng" dapat menarik danmemikat para pemilih pemula dan remaja sampai emak-emak yang terbuai dibuatnya.
Kemenangan Prabowo, bisa dirunut dari awal adanya gerakan Ganti Presiden 2019. dari gerakan inilah muncul relawan-relawan yang tanpa dibayar mau terus menggaungkannya. Tentu saja Gerakan tersebut idealismenya berangkat dari keinginan adanya perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik. Gerakan kemenangan Prabowo bisa digali dengan mengandalkan relawan-relawan yang militan tanpa bayaran yang mendirikan posko-posko di rumah sendiri. Jika itu konsisten dilakukan, sambil menyiapkan tenaga-tenaga saksi militan ala PKS di setiap TPS. Dan mengambil suara-suara lumbung Pak Jokowi di tiap Provinsi,maka kemenangan Prabowo-Sandi akan menemui taqdirnya, sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2019.
Kemenangan Prabowo, bisa dirunut dari awal adanya gerakan Ganti Presiden 2019. dari gerakan inilah muncul relawan-relawan yang tanpa dibayar mau terus menggaungkannya. Tentu saja Gerakan tersebut idealismenya berangkat dari keinginan adanya perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik. Gerakan kemenangan Prabowo bisa digali dengan mengandalkan relawan-relawan yang militan tanpa bayaran yang mendirikan posko-posko di rumah sendiri. Jika itu konsisten dilakukan, sambil menyiapkan tenaga-tenaga saksi militan ala PKS di setiap TPS. Dan mengambil suara-suara lumbung Pak Jokowi di tiap Provinsi,maka kemenangan Prabowo-Sandi akan menemui taqdirnya, sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2019.
Jadi Anda Memprediksi Kemenangan Siapa? Anda menjagokan siapa, lakukan saja nanti tanggal 17 April 2019. Bagi kita Siapapun yang terpilih, itulah Presiden dan wakil Presiden Kita. Tak ada dendam, tak ada kecewa (sedikit bolehlah) dan sakit hati. Kita sesama anak bangsa, mudah-mudahan siapapun pemimpinnya, Indonesia menuju ke arah yang lebih maju dan baik lagi semoga.
Salam Pilpres
Alimudin Garbiz


Comments
Post a Comment